dslabs

Berita Tentang Kesehatan Terkini Dan Terlengkap

DiseaseGejala Penyakit

Penyakit Strongiloidiasis Paling Langka, Begini 5 Gejalanya

Penyakit Strongiloidiasis – Strongiloidiasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang Strongyloides stercoralis.

Terbuka di jendela baru www.aa1674.cc

Cacing ini dapat hidup dan berkembang biak di usus manusia, dan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Terbuka di jendela baru www.lemeric.com

Penyebab Penyakit Strongiloidiasis

Penyakit strongiloidiasis disebabkan oleh telur cacing Strongyloides stercoralis. Telur cacing ini dapat ditemukan di tanah yang terkontaminasi tinja manusia yang terinfeksi. Telur cacing dapat bertahan hidup di tanah selama berbulan-bulan, dan dapat tertelan oleh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau melalui tangan yang kotor.

Gejala Penyakit Strongiloidiasis

Gejala penyakit strongiloidiasis bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Gejala yang paling umum adalah:

  • Diare : Diare adalah gejala yang paling umum dari strongiloidiasis. Diare dapat berupa diare cair, diare berdarah, atau diare dengan lendir.
  • Muntah : Muntah juga dapat terjadi pada penderita strongiloidiasis. Muntah biasanya terjadi bersamaan dengan diare.
  • Nyeri perut : Nyeri perut juga dapat terjadi pada penderita strongiloidiasis. Nyeri perut biasanya terasa di perut bagian bawah.
  • Kembung : Kembung juga dapat terjadi pada penderita strongiloidiasis. Kembung biasanya terasa di perut bagian atas.
  • Penurunan berat badan : Penurunan berat badan dapat terjadi pada penderita strongiloidiasis yang parah. Hal ini disebabkan oleh malnutrisi akibat infeksi cacing.

Pada kasus yang parah, strongiloidiasis dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti:

  • Obstruksi usus : Obstruksi usus adalah kondisi di mana usus buntu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Obstruksi usus dapat terjadi akibat cacing yang menyumbat usus.
  • Peradangan usus : Peradangan usus adalah kondisi di mana usus mengalami peradangan. Peradangan usus dapat terjadi akibat infeksi cacing.
  • Penyakit kuning : Penyakit kuning adalah kondisi di mana kulit dan mata berwarna kuning. Penyakit kuning dapat terjadi akibat infeksi cacing yang menyebabkan kerusakan hati.
  • Sinusitis : Sinusitis adalah kondisi di mana rongga sinus terinfeksi. Sinusitis dapat terjadi akibat larva cacing yang bermigrasi ke sinus.
  • Kejang : Kejang dapat terjadi akibat infeksi cacing yang menyebabkan kerusakan otak.
  • Gangguan pernapasan : Gangguan pernapasan dapat terjadi akibat larva cacing yang bermigrasi ke paru-paru.

Diagnosis Penyakit Strongiloidiasis

Diagnosis strongiloidiasis biasanya dilakukan dengan pemeriksaan tinja. Pada pemeriksaan tinja, dapat ditemukan telur cacing Strongyloides stercoralis.

Pemeriksaan tinja untuk strongiloidiasis biasanya dilakukan dengan metode flotasi. Metode flotasi adalah metode pemeriksaan tinja yang menggunakan larutan garam untuk mengapung telur cacing.

Selain pemeriksaan tinja, diagnosis strongiloidiasis juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah. Pada pemeriksaan darah, dapat ditemukan antibodi terhadap cacing Strongyloides stercoralis.

Pengobatan Penyakit Strongiloidiasis

Pengobatan penyakit strongiloidiasis biasanya dilakukan dengan obat antiparasit, seperti mebendazol, albendazol, atau pirantel pamoate. Obat-obatan ini dapat membunuh cacing dewasa dan larva cacing.

Pengobatan strongiloidiasis biasanya dilakukan selama 2 dosis, yaitu 1 dosis pada hari pertama dan 1 dosis pada hari 2.

Pada kasus yang parah, pengobatan strongiloidiasis dapat dilakukan dengan kombinasi obat antiparasit dan steroid.

Pencegahan Penyakit Strongiloidiasis

Pencegahan penyakit strongiloidiasis dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

  • Dengan sabun dan air mengalir cucikan tangan secara teratur, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan : Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik untuk membunuh telur cacing yang mungkin menempel di tangan Anda.
  • Jaga kebersihan lingkungan, terutama kebersihan toilet : Buang tinja di tempat yang tepat, yaitu di lubang toilet atau septic tank. Jangan membuang tinja sembarangan, karena dapat mencemari tanah dan air.
  • Olah makanan dengan benar, terutama sayuran dan buah-buahan : Cuci sayuran dan buah-buahan dengan air mengalir sebelum dimasak.
  • Pastikan lingkungan tempat tinggal Anda bersih dan bebas dari sampah : Sampah dapat menjadi tempat berkembang biak bagi cacing.

Baca Juga : Penyakit Askariasis, Berikut Tanda-Tanda Gejalanya di 2024!

Penyebaran Penyakit Strongiloidiasis

Strongiloidiasis adalah penyakit yang tersebar luas di seluruh dunia. Penyakit ini lebih sering terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk dan kebersihan lingkungan yang kurang terjaga.

Siklus Hidup Penyakit Strongiloidiasis

Siklus hidup penyakit strongiloidiasis dimulai dengan telur cacing Strongyloides stercoralis yang dikeluarkan oleh manusia yang terinfeksi. Telur cacing ini dapat bertahan hidup di tanah selama berbulan-bulan.

Jika telur cacing tertelan oleh manusia, maka larva cacing akan menetas di usus kecil. Larva cacing kemudian akan bermigrasi ke paru-paru melalui pembuluh darah. Di paru-paru, larva cacing akan menembus alveoli dan naik ke tenggorokan. Larva cacing kemudian akan ditelan kembali dan kembali ke usus kecil.

Di usus kecil, larva cacing akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Cacing dewasa dapat mencapai panjang hingga 3 mm. Cacing dewasa akan bertelur di usus kecil, dan telur cacing akan dikeluarkan melalui tinja.

Cara Penularan Penyakit Strongiloidiasis

Strongiloidiasis dapat ditularkan melalui telur cacing yang tertelan oleh manusia. Telur cacing dapat ditemukan di tanah yang terkontaminasi tinja manusia yang terinfeksi. Telur cacing dapat tertelan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau melalui tangan yang kotor.

Penyakit strongiloidiasis lebih sering terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk dan kebersihan lingkungan yang kurang terjaga.

Strongiloidiasis adalah penyakit yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, bahkan komplikasi yang serius. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *